RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

Polling


 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Selasa, Agustus 23, 2011 in Uncategorized

 

Mencegah Penipuan oleh Karyawan


Penggelapan dan segala jenis penipuan keuangan lain barangkali merupakan bentuk pencurian paling umum oleh karyawan. Bisnis kecil cendeung menjadi korban karena mereka tidak memiliki kontrol untuk mencegahnya. Gunakan tips di bawah ini membantu melindungi bisnis Anda dari anggota staf yang nakal.

Pisahkan tugas-tugas

Tidak boleh ada seorang pun karyawan yang boleh mengontrol transaksi keuangan dari awal hingga akhir. Orang yang menulis cek tidak boleh sama dengan yang menandatangani cek. Orang yang membuka surat tidak boleh mencatat piutang dan merekonsiliasi rekening. Dengan membagi tanggung jawab, Anda akan mempersulit orang-orang yang ingin berbuat curang dan memanipulasi catatan. Read the rest of this entry »
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, Maret 20, 2011 in Tip Trik, Uncategorized

 

Script Proses Edit File Yang Telah Diupload Ke Database MySQL


Beberapa waktu yang lalu, saya pernah memaparkan teknik untuk membuat script PHP untuk proses upload dan download file ke dalam database MySQL. Nah… pada artikel kali ini, akan saya paparkan hal yang masih kelanjutan dari artikel tersebut, yaitu proses update file yang telah diupload.
Pada prinsipnya proses update file yang telah terupload ke MySQL ini sama ketika proses uploadnya. Bedanya hanya pada query SQL nya saja. Ketika proses upload, kita gunakan query INSERT sedangkan untuk proses updatenya kita gunakan UPDATE. :-) seperti halnya jika kita edit/update data pada umumnya. Mudah bukan??

OK… let’s begin..
Andaikan kita punya tabel upload sebagai berikut ini: Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Minggu, Oktober 24, 2010 in Uncategorized

 

>Membuat Nomor Urut Hasil Query di PHP (Combined with Paging)


>

Baru memposting artikel tentang membuat nomor urut hasil query di PHP beberapa hari yang lalu, eh… ada yang berkomentar di artikelnya “Kok kalo dikombinasikan dengan paging, nomor urutnya balik mulai dari 1 lagi untuk setiap halamannya ya?:-)
He.. 3x makasih buat Anda yang telah berkomentar. Atas komentar itulah saya buat artikel ini yang merupakan kelanjutan artikel sebelumnya. Kali ini nomor urut hasil query akan diterapkan dalam konsep paging. Untuk lebih menyingkat pembahasan, alangkah baiknya kita gunakan konsep advanced paging yang pernah dibahas di blog ini sebelumnya.
Di sini dimisalkan kita memiliki struktur tabel yang sama seperti yang dibahas di advanced paging, dan script yang sama pula. Namun… kita sedikit akan melakukan modifikasi pada script tersebut supaya memunculkan nomor urutnya.
OK… untuk menampilkan nomor urut di setiap halaman, konsepnya adalah dengan memanfaatkan nomor halaman dan jumlah data yang ditampilkan pada setiap halamannya. Mengapa kedua hal tersebut digunakan? ya… misalkan Anda ingin menampilkan data per halamannya adalah 5 buah. Untuk halaman 1, tentu nomor urut datanya adalah mulai dari 1 yaitu 1, 2, 3, 4, 5. Sedangkan untuk halaman 2, nomor halamannya mulai dari 6, yaitu 6, 7, 8, 9, 10. Dab halaman 3, nomor halamannya mulai dari 11, yaitu 11, 12, 13, 14, 15 begitu seterusnya.
Nah.. bisa tidak Anda membaca hubungan antara nomor urut awal yang tampil di setiap halaman dengan nomor halamannya? OK.. kalau tidak bisa, ini saya kasih clue nya
1 = 1 + 0 . 4
6 = 2 + 1 . 4
11 = 3 + 2 . 4
.
.
dst
Sudah bisa membaca hubungan ketiganya bukan? Ya… hubungan secara umum adalah sbb:
i = p + (p-1) . (n-1)
dengan i adalah nomor urut awal pada halaman ke-p. Sedangkan n adalah jumlah data yang ditampilkan pada setiap halaman.
Setelah kita dapat hubungan antara nomor urut awal dengan nomor halamannya, ya… udah deh, kita tinggal modifikasi script paging nya saja.
Dari artikel advanced paging, kita tambahkan beberapa kode untuk menampilkan nomor urut datanya, dan menjadi seperti di bawah ini
01.<?php
02.mysql_connect('namahost', 'dbuser', 'dbpassword');
03.mysql_select_db('dbname');
04. 
05.// jumlah data yang akan ditampilkan per halaman
06.$dataPerPage = 5;
07. 
08.// apabila $_GET['page'] sudah didefinisikan, gunakan nomor halaman tersebut,
09.// sedangkan apabila belum, nomor halamannya 1.
10. 
11.if(isset($_GET['page']))
12.{
13.    $noPage = $_GET['page'];
14.}
15.else $noPage = 1;
16. 
17.$offset = ($noPage - 1) * $dataPerPage;
18. 
19.$query = "SELECT * FROM guestbook LIMIT $offset, $dataPerPage";
20. 
21.$result = mysql_query($query) or die('Error');
22. 
23.// membaca nomor halaman
24.$noPage = $_GET['page'];
25. 
26.// membuat nomor urut awal di setiap halaman berdasarkan formula di atas
27.$i = $noPage + ($noPage - 1) * ($dataPerPage - 1);
28. 
29.// menampilkan data dan nomor urutnya
30.echo "<table border='1'>";
31.echo "<tr><td>No.</td><td>Nama</td><td>Email</td><td>Tanggal</td><td>Komentar</td></tr>";
32.while($data = mysql_fetch_array($result))
33.{
34.   echo "<tr><td>".$i."</td><td>".$data['nama']."</td><td>".$data['email']."</td><td>".$data['tanggal']."</td><td>".$data['komentar']."</td></tr>";
35.   $i++;   // increment untuk nomor urut data
36.}
37. 
38.echo "</table>";
39. 
40.$query   = "SELECT COUNT(*) AS jumData FROM guestbook";
41.$hasil  = mysql_query($query);
42.$data     = mysql_fetch_array($hasil);
43. 
44.$jumData = $data['jumData'];
45. 
46.$jumPage = ceil($jumData/$dataPerPage);
47. 
48.if ($noPage > 1) echo  "<a href='".$_SERVER['PHP_SELF']."?page=".($noPage-1)."'>&lt;&lt; Prev</a>";
49. 
50.for($page = 1; $page <= $jumPage; $page++)
51.{
52.         if ((($page >= $noPage - 3) && ($page <= $noPage + 3)) || ($page == 1) || ($page == $jumPage))
53.         {
54.            if (($showPage == 1) && ($page != 2))  echo "...";
55.            if (($showPage != ($jumPage - 1)) && ($page == $jumPage))  echo "...";
56.            if ($page == $noPage) echo " <b>".$page."</b> ";
57.            else echo " <a href='".$_SERVER['PHP_SELF']."?page=".$page."'>".$page."</a> ";
58.            $showPage = $page;
59.         }
60.}
61. 
62.if ($noPage < $jumPage) echo "<a href='".$_SERVER['PHP_SELF']."?page=".($noPage+1)."'>Next &gt;&gt;</a>";
63. 
64.?>
Nah.. mudah bukan membuatnya? Dalam dunia programming, Anda harus jeli dalam melihat keterkaitan antara input dengan outputnya supaya muncul formulasi ide dalam penyelesaiannya.
OK… selamat mencoba ya…
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Sabtu, Oktober 23, 2010 in Uncategorized

 

>Membuat Fungsi Tanggal Indonesia (Database)


>

Secara default, format tanggal dalam database MySQL mengacu berdasarkan format tanggal barat, yaitu Tahun-Bulan-Tanggal. Untuk membuktikannya, silahkan lihat gambar pada tutorial sebelumnya.

Tentu hal ini tidak sesuai dan tidak familiar dengan format tanggal di negara kita, yaitu Tanggal-Bulan-Tahun. Oleh karena itu, pada tutorial kali ini kita akan mencoba membuat fungsi yang akan memanipulasi tampilan tanggal dalam format indonesia. Pertama-tama, buat dulu fungsinya sebagai berikut:

Skrip fungsi_indotgl.php
<?php
    function tgl_indo($tgl){
      $tanggal = substr($tgl,8,2);
      $bulan    = getBulan(substr($tgl,5,2));
      $tahun    = substr($tgl,0,4);
      return $tanggal.” ”.$bulan.” ”.$tahun;        
    }    
    function getBulan($bln){
      switch ($bln){
        case 1:
          return “Januari”;
          break;
        case 2:
          return “Februari”;
          break;
        case 3:
          return “Maret”;
          break;
        case 4:
          return “April”;
          break;
        case 5:
          return “Mei”;
          break;
        case 6:
          return “Juni”;
          break;
        case 7:
          return “Juli”;
          break;
        case 8:
          return “Agustus”;
          break;
        case 9:
          return “September”;
          break;
        case 10:
          return “Oktober”;
          break;
        case 11:
          return “November”;
          break;
        case 12:
          return “Desember”;
          break;
    }
}
?>

Kemudian panggil fungsi_indotgl.php pada skrip berikut:

<?php
include “fungsi_indotgl.php”;

mysql_connect(“localhost”,”root”,””);
mysql_select_db(“inventory”);

echo “<table cellpadding=5>
      <tr><th>KODE</th><th>NAMA BARANG</th><th>STOK</th>
          <th>TGL.MASUK</th><th>HARGA</th></tr>”;

$query=mysql_query(“SELECT * FROM barang”);

while ($r=mysql_fetch_array($query)){
  // Ubah format tanggal menjadi format indonesia
  $tanggal = tgl_indo($r[tgl_masuk]);
 
  // Ubah format harga dengan fungsi number_format
  $harga = number_format($r[harga],0,”,”,”.”);
 
  echo “<tr bgcolor=$warna>
          <td>$r[kode]</td>
          <td>$r[nama]</td>
          <td>$r[stok]</td>
          <td><b>$tanggal</b></td>
          <td>Rp. $harga</td></tr>”;
}
?>

Perhatikan hasilnya pada kolom TGL.MASUK pada gambar berikut:

Download source code

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Sabtu, Oktober 23, 2010 in Komputer, Uncategorized

 

>Setting Mikrotik Sebagai Router (Gateway Server)


>Setting Mikrotik
MikroTik RouterOS™ adalah sistem operasi linux yang dapat digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router
network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk ip network dan jaringan wireless, cocok digunakan oleh
ISP dan provider hostspot.
Ada pun fitur2 nya sbb:
* Firewall and NAT – stateful packet filtering; Peer-to-Peer protocol filtering; source and destination NAT; classification by
source MAC, IP addresses (networks or a list of networks) and address types, port range, IP protocols, protocol options
(ICMP type, TCP flags and MSS), interfaces, internal packet and connection marks, ToS (DSCP) byte, content, matching
sequence/frequency, packet size, time and more…
* Routing – Static routing; Equal cost multi-path routing; Policy based routing (classification done in firewall); RIP v1 / v2,
OSPF v2, BGP v4
* Data Rate Management – Hierarchical HTB QoS system with bursts; per IP / protocol / subnet / port / firewall mark;
PCQ, RED, SFQ, FIFO queue; CIR, MIR, contention ratios, dynamic client rate equalizing (PCQ), bursts, Peer-to-Peer
protocol limitation
* HotSpot – HotSpot Gateway with RADIUS authentication and accounting; true Plug-and-Play access for network users;
data rate limitation; differentiated firewall; traffic quota; real-time status information; walled-garden; customized HTML
login pages; iPass support; SSL secure authentication; advertisement support
* Point-to-Point tunneling protocols – PPTP, PPPoE and L2TP Access Concentrators and clients; PAP, CHAP,
MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS authentication and accounting; MPPE encryption;

compression for PPPoE; data rate limitation; differentiated firewall; PPPoE dial on demand
* Simple tunnels – IPIP tunnels, EoIP (Ethernet over IP)
* IPsec – IP security AH and ESP protocols; MODP Diffie-Hellman groups 1,2,5; MD5 and SHA1 hashing algorithms;
DES, 3DES, AES-128, AES-192, AES-256 encryption algorithms; Perfect Forwarding Secrecy (PFS) MODP groups 1,2,5
* Proxy – FTP and HTTP caching proxy server; HTTPS proxy; transparent DNS and HTTP proxying; SOCKS protocol
support; DNS static entries; support for caching on a separate drive; access control lists; caching lists; parent proxy
support
* DHCP – DHCP server per interface; DHCP relay; DHCP client; multiple DHCP networks; static and dynamic DHCP
leases; RADIUS support
* VRRP – VRRP protocol for high availability
* UPnP – Universal Plug-and-Play support
* NTP – Network Time Protocol server and client; synchronization with
GPS system
* Monitoring/Accounting – IP traffic accounting, firewall actions logging, statistics graphs accessible via HTTP
* SNMP – read-only access
* M3P – MikroTik Packet Packer Protocol for Wireless links and Ethernet
* MNDP – MikroTik Neighbor Discovery Protocol; also supports Cisco Discovery Protocol (CDP)
* Tools – ping; traceroute; bandwidth test; ping flood; telnet; SSH; packet sniffer; Dynamic DNS update tool
Layer 2 connectivity
* Wireless – IEEE802.11a/b/g wireless client and access point (AP) modes; Nstreme and Nstreme2 proprietary protocols;
Wireless Distribution System (WDS) support; virtual AP; 40 and 104 bit WEP; WPA pre-shared key authentication;
access control list; authentication with RADIUS server; roaming (for wireless client); AP bridging
* Bridge – spanning tree protocol; multiple bridge interfaces; bridge firewalling, MAC
* VLAN – IEEE802.1q Virtual LAN support on Ethernet and wireless links; multiple VLANs; VLAN bridging
* Synchronous – V.35, V.24, E1/T1, X.21, DS3 (T3) media types; sync-PPP, Cisco HDLC, Frame Relay line protocols;
ANSI-617d (ANDI or annex D) and Q933a (CCITT or annex A) Frame Relay LMI types
* Asynchronous – s*r*al PPP dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols;
RADIUS authentication and accounting; onboard s*r*al ports; modem pool with up to 128 ports; dial on demand
* ISDN – ISDN dial-in / dial-out; PAP, CHAP, MSCHAPv1 and MSCHAPv2 authentication protocols; RADIUS
authentication and accounting; 128K bundle support; Cisco HDLC, x75i, x75ui, x75bui line protocols; dial on demand
* SDSL – Single-line DSL support; line termination and network termination modes
Instalasi dapat dilakukan pada Standard computer PC.
PC yang akan dijadikan router mikrotikpun tidak memerlukan resource
yang cukup besar untuk penggunaan standard, misalnya hanya sebagai gateway.
berikut spec minimal nya :
* CPU and motherboard – bisa pake P1 ampe P4, AMD, cyrix asal yang bukan multi-prosesor
* RAM – minimum 32 MiB, maximum 1 GiB; 64 MiB atau lebih sangat dianjurkan, kalau mau sekalian dibuat proxy ,
dianjurkan 1GB… perbandingannya, 15MB di memori ada 1GB di proxy..
* HDD minimal 128MB parallel ATA atau Compact Flash, tidak dianjurkan menggunakan UFD, SCSI, apa lagi S-ATA
Very Happy
*NIC 10/100 atau 100/1000
Untuk keperluan beban yang besar ( network yang kompleks, routing yang rumit dll) disarankan untuk
mempertimbangkan pemilihan resource PC yang memadai.
Lebih lengkap bisa dilihat di http://www.mikrotik.com.
Meskipun demikian Mikrotik bukanlah free software, artinya kita harus membeli licensi terhadap segala fasiltas yang
disediakan. Free trial hanya untuk 24 jam saja.
Kita bisa membeli software mikrotik dalam bentuk CD yang diinstall pada Hard disk atau disk on module (DOM). Jika kita
membeli DOM tidak perlu install tetapi tinggal menancapkan DOM pada slot IDE PC kita.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan
sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console :
MikroTik v2.9.7
Login: admin
Password: (kosongkan)
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin
dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default
[admin@Mikrotik] > password
old password: *****
new password: *****
retype new password: *****
[admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “XAVIERO” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti)
[admin@Mikrotik] > system identity set name=XAVIERO
[admin@XAVIERO] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router
[admin@XAVIERO] > interface print
Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running
# NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU
0 R ether1 ether 0 0 1500
1 R ether2 ether 0 0 1500
[admin@XAVIERO] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan
IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=192.168.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=172.16.0.1
netmask=255.255.255.0 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan
[admin@XAVIERO] >ip address print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
# ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE
0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1
1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2
[admin@XAVIERO] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254
[admin@XAVIERO] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip route print
Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic,
C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf
# DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE
0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2
1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1
2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1
[admin@XAVIERO] >
10. Tes Ping ke Gateway untuk memastikan konfigurasi sudah benar
[admin@XAVIERO] > ping 192.168.0.254
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time<1 ms
192.168.0.254 64 byte ping: ttl=64 time
11. Setup DNS pada Mikrotik Routers
[admin@XAVIERO] > ip dns set primary-dns=192.168.0.10 allow-remoterequests=no
[admin@XAVIERO] > ip dns set secondary-dns=192.168.0.11 allow-remoterequests=no
12. Melihat konfigurasi DNS
[admin@XAVIERO] > ip dns print
primary-dns: 192.168.0.10
secondary-dns: 192.168.0.11
allow-remote-requests: no
cache-size: 2048KiB
cache-max-ttl: 1w
cache-used: 16KiB
[admin@XAVIERO] >
13. Tes untuk akses domain, misalnya dengan ping nama domain
[admin@XAVIERO] > ping yahoo.com
216.109.112.135 64 byte ping: ttl=48 time=250 ms
10 packets transmitted, 10 packets received, 0% packet loss
round-trip min/avg/max = 571/571.0/571 ms
[admin@XAVIERO] >
Jika sudah berhasil reply berarti seting DNS sudah benar.
14. Setup Masquerading, Jika Mikrotik akan kita pergunakan sebagai gateway server maka agar client computer pada
network dapat terkoneksi ke internet perlu kita masquerading.
[admin@XAVIERO]> ip firewall nat add action=masquerade outinterface=
ether1 chain:srcnat
[admin@XAVIERO] >
15. Melihat konfigurasi Masquerading
[admin@XAVIERO]ip firewall nat print
Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic
0 chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade
[admin@XAVIERO] >
Setelah langkah ini bisa dilakukan pemeriksaan untuk koneksi dari jaringan local. Dan jika berhasil berarti kita sudah
berhasil melakukan instalasi Mikrotik Router sebagai Gateway server. Setelah terkoneksi dengan jaringan Mikrotik dapat
dimanage menggunakan WinBox
yang bisa di download dari Mikrotik.com atau dari server mikrotik kita.
Misal Ip address server
mikrotik kita 192.168.0.1, via browser buka http://192.168.0.1 dan download WinBox dari situ.
Jika kita menginginkan client mendapatkan IP address secara otomatis maka perlu kita setup dhcp server pada Mikrotik.
Berikut langkah-langkahnya :
1.Buat IP address pool
/ip pool add name=dhcp-pool ranges=172.16.0.10-172.16.0.20
2. Tambahkan DHCP Network dan gatewaynya yang akan didistribusikan ke client Pada contoh ini networknya adalah
172.16.0.0/24 dan gatewaynya 172.16.0.1
/ip dhcp-server network add address=172.16.0.0/24 gateway=172.16.0.1
3. Tambahkan DHCP Server ( pada contoh ini dhcp diterapkan pada interface ether2 )
/ip dhcp-server add interface=ether2 address-pool=dhcp-pool
4. Lihat status DHCP server
[admin@XAVIERO]> ip dhcp-server print
Flags: X – disabled, I – invalid
# NAME INTERFACE RELAY ADDRESS-POOL LEASE-TIME ADD-ARP
0 X dhcp1 ether2
Tanda X menyatakan bahwa DHCP server belum enable maka perlu dienablekan terlebih dahulu pada langkah 5.
5. Jangan Lupa dibuat enable dulu dhcp servernya
/ip dhcp-server enable 0
kemudian cek kembali dhcp-server seperti langkah 4, jika tanda X sudah tidak ada berarti sudah aktif.
6. Tes Dari client
c:\>ping http://www.yahoo.com
untuk bandwith controller, bisa dengan sistem simple queue ataupun bisa dengan mangle
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer01
interface=ether2 target-address=172.16.0.1/24 max-limit=65536/131072
[admin@XAVIERO] queue simple> add name=Komputer02
interface=ether2 target-address=172.16.0.2/24 max-limit=65536/131072
dan seterusnya…
Kesimpulan :
ada beberapa hal yang perlu diatur / pada mikrotik untuk bisa digunakan sebagai router:
1. Pastikan kita memiliki 2 interface : interface yang pertama beri nama public dan interface kedua beri nama local
2. Memasukan IP pada setiap interface dengan perintah Setup
3. memasukan DNS dengan perintah >>>> ip dns edit primary-dns=……… secondary-dns=……
4. Mengconfigurasi firewall dengan perintah >>>>> ip firewall nat add chain=srclist scr-address=10.208.22.0/24 dstaddress=
0.0.0.0/24 action=masquarade
5. selesai

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Sabtu, Oktober 16, 2010 in Uncategorized

 

>Mikrotik Routerboard RB450G


>

Setelah di cari akhirnya dapet juga Mikrotik Routerboard RB450G, dengan spesifikasi cukup lumayan yaitu 680MHz Atheros CPU, 256MB DDR RAM, 512MB NAND Storage) dengan RouterOS (Level 4) dalam kemasan kotak indoor yang ringkas, 5 (lima) buah port gigabit 10/100/1000, dan slot mikro-SD. namun sayang Tidak bisa dipasangkan wireless card. Sudah termasuk 1 buah adaptor 24 Volt didalam paketnya, yang pasti routerboard yag baru ini akan menggantikan Mikrotik Router OS versi 2.9 yang sudah cukup lama melayani layanan hotspot yang ada di kampus. bagi anda yang berminat memilikinya berikut ini spesifikasi lengkapnya:
LAN Interface (Built In) : 5x 10/100/1000 Mbit/s Gigabit Ethernet port supporting Auto-MDI/X
Expantion Slot : microSD slot
Processor Type : AR7161 680 MHz Atheros CPU
DRAM (default) :256MB DDR onboard memory chip MB
Flash Memory (default) :512MB onboard NAND memory chip MB
Other Port icon biggrin Mikrotik Routerboard RB450G B9 RS232C asynchronous serial port
Dimensions : (W x H x D) 116mm x 90mm

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Sabtu, Oktober 16, 2010 in Uncategorized

 
 
%d blogger menyukai ini: